Tentang Kita

Ini bukan tentang aku atau kamu
Ini tentang kita
Tentang angan dan harapan kita
Tentang keinginan dan kemauan kita
Tentang asa dan cita-cita kita
Tentang doa dan mimpi kita
kentang kebahgiaan dan kesenangan kita
Tentang cinta dan perasaan kita

ade ulfah 2019

Lama Tak Berjumpa

Sudah lama tak menulis disini, padahal banyak yang mau diceritakan tentang beberapa perjalanan yang sudah aku lakukan, tentang review makanan, tentang pengalaman yang didapat dan ujung-ujungnya alasan waktu lagi yang mebuat aktifitas menulis ini terhambat, klise? emang!!!

Gimana kabar kalian semua? semoga baik-baik selalu, hari ini Rabu 29 Mei 2019, atau hari ke 24 Ramadhan, semoga kita semua diberikan kesehatan dan dapat menjalankan puasa dengan lancar tanpa hambatan.

Semangat aktif lagi menulis ah…

ade ulfah 😍

Bali, the Island of Paradise

Amazing Bali
It’s Beautiful Indonesia….

Jumat, 7 April 2017

Waktu menunjukan pukul 6.30 wib waktu pertama kali kakiku menapak di lantai bangunan ini. Terminal 3 terlihat mempesona dan indah…. Check in sangat singkat akibat banyaknya counter yang disiapkan maskapai ini, dalam hati “yes it’s great!!! Love u Garuda”.

Sarapan pagi yang tak sempat ku lakukan di rumah harus dilakukan di tempat ini, jatuhlah pilihan pada counter Bakmi GM yang begitu menggoda dengan menu andalan mie ayam baso dan pangsit gorengnya, ga ketinggalan es teh manis untuk menghilangkan rasa pahit di mulut akibat kawat gigi yang belum genap seminggu ini ku pasang *abaikanlah cerita yang ini, hehehehehe…*

Pukul 07.00 wib, langkah kaki bergegas mengharuskan masuk ruang tunggu gate 14, pesawat Airbus A330 seri 300 dengan nomer penerbangan GA402, sudah tersedia dan siap mengantar ku ke Bali. Sayangnya jadwal takeoff pukul 07.45 wib harus delayed di atas pesawat sekitar 30 menit karena masalah teknis, belum lagi antrian pesawat sebelum takeoff… but over all, I’m enjoy it… lets fly…

Perjalanan dengan pesawat berbadan besar ini hanya memakan waktu 1.30 menit, biasnya kalau naik pesawat sebesar ini perjalanannya itu ke luar negeri, ya kali ini anggap saja seperti itu… hehehehehe….

11.37 wita…
Welcome to Bali
Setelah sampai di Bandara, saya langsung dijemput kemudian menuju Hotel Sovereign yang terletak di Tuban, lengkapnya di Jl. Raya Tuban No. 2 Tuban, Kute, Bali.

Review dikit ya soal hotel ini….

Hotel Sovereign Tuban, Bali
Untuk letak hotel ini juara, dekat dari bandara dan lokasi sekitaran hotel penuh dengan tukang jualan makanan mulai dari Bebek tepi sawah, Laota, Bebek bengil, Plengkung, RM Padang ACC dan masih banyak lainnya, belum lagi jajanan kaki limanya pokoknya ga usah takut kelaparan lah, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki aja, trus tempat oleh-oleh Kresna, Joger juga dekat, pokoknya amanlah uktuk urusan perut dan oleh-oleh.

Lets start with hotel, di Ground floor tersedia Maisa, Japanese Restaurant dan Owl Stone Cafe and Bakery, untuk lobbynya depannya lumayan kecil tapi memanjang ke belakang. Kerennya semua disini fasilitasnya pakai touch screen loh.

Kamarnya lumayan bagus, bed and bantalnya nyaman, kamar mandi yang transparan alias pakai sekat kaca, ruangan bersih dan NON SMOKING ROOM (cocok banget buat gue yang anti mencium asap rokok, hehehehe….), ga usah bawa hairdryer ya soalnyasudah disediakan, ada arah qiblat, TV besar dan channel yang banyak, kurkas kamar juga ada, ehm overall buat kamar dan fasilitas bagus lah…

Makan pagi disiapkan di ground floor, nama ruangannya Kicthen Meliwis, western and asian food disediakan untuk menu sarapan. Banyak pilihan makanan disini, uniknya lagi tersedia jamu loh, yang mau sehat ya silakan pilih minuman tradisional khas Indonesia ini.

Oh iya fasilitas lainnya menyusul ya…

Setelah checkin dan bersih-bersih badan, saatnya makan sore yang merupakan rekapan makan siang ke Restaurant Laota, ini salah satu tempat makan wajib yang harus didatangi setiap berkunjung ke Bali, steamboat dan buburnya juara!!!!

Enjoy the day….

(to be continue…. untuk review tempat wisata selanjutnya)

Resume Anggaran:

Tiket pesawat garuda, Jakarta- Bali, pp + Rp. 3.000.000,-
Akomodasi Hotel + Rp. 500.000,- per hari
Sewa kendaraan + Rp. 600.000,- per hari

Jakarta Old Town

Kota Tua Jakarta ini terletak di darah kawasan kecil yang melintasi utara dan barat Jakarta. Dahulu tempat ini merupakan salah satu pusat pemerintahan kolonial pada masanya. Saat ini Kota Tua Jakarta ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata bersejarah dengan mengubah fungsi bangunan lama menjadi museum yang menyimpan banyak informasi berharga tentang sejarah kota.

1. Toko Merah

Nah salah satu landmark kota tua ini adalah Toko Merah, kenapa disebut Toko Merah? Dilihat dari penampakan fisiknya bangunan tersebut berwarna merah. Sejarahnya, dahulu Toko Merah merupakan rumah dari Baron Van Imhoff, seorang Gubernur Jenderal VOC yang juga adalah pendiri Istana Bogor. Saat masuk ke dalamnya Anda akan menjumpai betapa terawat dan terjaga keaslian bagian dalam dari bangunan Toko Merah ini. Sayangnya, untuk dapat masuk ke tempat ini Anda harus mengurus perizinan yang diperlukan sebab Toko Merah adalah salah satu tempat di kawasan wisata Kota Tua yang tidak terbuka untuk publik luas.

Baca lebih lanjut