Perjalanan spritual

Januari 22 s.d. 25, 2008

Perjalanan Spiritual

Awalnya memang sudah direncanakan akan ada kunjungan ke tanah suci, Saudi Arabia dalam rangka umroh dang menghadiri pencucian ka’bah… wah kesempatan yang langka dapat berkunjung ke Saudi Arabia setelah selasai bulan haji, dimana pada waktu ini kunjungan untuk umroh bagi warga negara asing (diluar masyarakat arab) ditiadakan karena pada masa ini kedutaan di setiap negara asing tidak mengeluarkan visa umroh karena pada saat itu Arab sedang ‘bebersih’ setelah selesai ibadah haji yang akbar. H-1 tiba tiba kunjungan di batalkan, persiapan yang telah dilakukan pun terhenti, dalam hati aku berkata bahwa “wah ini belum rejeki dan belum panggilan untuk aku dapat melihat ka’bah”

H-2 jam, tepatnya tanggal 21 Jan 2008 pukul 11 malam, aku dikagetkan oleh dering telpon, ternyata kunjungan jadi, persiapan berangkat pesawat pukul 9.15 pagi (gubrak…. ) jam 12 malam, langsung aku ke kantor ternyata kantor sudah ramai, kunjungan mendadak seperti ini jelas membuat semua orang jadi stress, persiapan kelengkapan perjalanan khususnya paspor dan visa belum ada, acara harus di re schedule ulang dan kelengkapan lainnya harus di persiapkan segera, tim ku langsung mempersiapkan segala sesuatunya selesai jam 5 pagi… persiapan mandi (untung di kantor ku di siapkan shower air panas jadi ga ada masalah walaupun kami hanya tidur beberapa menit saja), jam 7 langsung kami menuju deplu untuk mengambil paspor dan mempersiapkan visa umroh, selesai jam 9 kami tiba di kedutaan saudi di daerah cawang, salut untuk kedutaan Saudi, mereka langsung membawaku ke konsuler visa, dan pelayanan mereka baik dan cepat, visa untuk 100 orang dapat mereka selesaikan dalam waktu kurang lebih 3 jam tanpa banyak pertanyaan dan kerja yang kooperatif sekali, selesai langsung ke ambil langkah 1000 menuju bandara soekarno hatta, rombongan lain menungguku saat itu, cawang cengkareng saat itu ku tempuh dalam waktu 15 menit dengan pengawalan ketat dan sumpah membuatku sempat ‘mabok’ ketika duduk di mobil hehehe (cepat banget jalannya), langsung menuju imigrasi untuk pengecapan paspor dan lariiiiiiiii menuju pesaawat… hehehe, finally pesawat take off pukul 12.45… dengan niat ibadah ku ucapakan Bismillahirohmanirohim….

Dari jakarta pesawat langsung menuju Saudi Arabia, transit di King Khaled Riyadh, Saudi Arabia, pemandangan dari jakarta menuju saudi sebenarnya yang kita lihat hanya langit, tapi yang manariknya sepanjang mata memandang kita melihat lembayung merah (seperti warna matahari yang akan tenggelam tapi terang), Subhanallah…. transit kira-kira 40 menit, perjalanan langsung diteruskan menuju King Abdul Azis Jedah, kalau ke menoleh jam pukul 2 pagi tentu saja waktu indonesia hehehe… berarti sekitar pukul 10 malam waktu setempat (perbedaan waktu -4 jam), tiba di jedah langsung menuju Guest House Kerajaan, persiapan umroh menuju Makkah Al Mukarromah dengan menggunakan bus dan di pandu oleh maktour, sepanjang jalan ku lihat kota mekah, Subhanallaw akhirnya aku sampai juga ke rumah Mu ya Allah, seperti mimpi…

Entah mengapa dari jedah menuju mekah aku sempat menangis terisak-isak seperti mengingat dosa, mengingat ibu dan bapakku, mengingat keluarga ku tapi berhubung malu dengan yang lainnya tangis ku tidak menjadi-jadi (hehehe, mungkin kalau aku sendiri pasti sudah meraung-raung karena sedih yang aku sendiri bingung… hehehe… masih ada gengsi padahal kalau aku lihat tidak cuma aku yang menangis hehehe).

Allahhuakbar… mana ka’bahnya? sempat aku berlari-lari ketika tiba di Masjidil Haram, tempat yang sunggu besar dan indah, sempat bingung juga masuknya harus dari sebelah mana untuk bisa ikut umroh, karena saat itu rombongan sempat terpencar, padahal didepan hotelku pintu itu pun bisa masuk menuju kabah, tapi berhubung yang lain lewat pintu ‘yang satu itu’ ya aku ikut menuju situ (padahal sama saja… hehehe maklum baru pertaman kali…) kata orang kita harus mengingat dimana kita masuk dan keluar melalui situ pula jika tidak ingin sendal/sapatu kita hilang, Alhamdulillah hal seperti itu tidak aku alami….

Langkahku dengan tergesa-gesa memasuki masjidil haram, tiba-tiba tanpa ku sadari perhatianku tersentak, Subhanallah… kabah di depan ku…. tak henti-henti ku memandanginya, benar-benar seperti mimpi… masih dalam rasa yang terkagum-kagum ke memandanginya sambil melaksanakan ibadah umroh, memutari kabah sebanyak 7 kali dan sai serta potong rambut (untuk hal ini ku akui persiapan ku sama sekali kurang, aku bahkan bingung untuk membaca apa yang harus ku baca, harus kemana, dan haru sberbua apa) pandangan ku tertuju kepada pemandu umroh, mengikuti kerak geriknya, bacaannya dan ucapannya, niatku aku akan kembali bersama suami dan anak-anakku untuk melakukan ibadah umroh…

Saat melakukan putaran di kabah, sempat dan Alhamdulillah aku sholat di hijir ismail (ada yang bilang sama seperti sholat di dalam khabah), di depan makom ibrahim (aku fikir makam/ kuburan nabi ibrahim … hehehe…) dan mencium hajar aswat benar benar seperti mimpi…. mimpi yang menjadi kenyataan… sampai menjelang subuh baru selasai ibadah umroh kami jalani, dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah, kaum lelaki dengan lelaki dan kaum perempuan dengan perempuan (fikir ku sih bebas aja sholat disana tapi saat sholat wajib ya seperti itu, kecuali untuk sholat sunah kita bebas bisa dimana saja…) Alhamdulillah semua barjalan lancar, tidak ada hambatan dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan…

Hari kedua, kami berjalan menuju kabah, rencananya kali ini aku ingin memnjatkan doa memohon kepada Allah apa yang ku inginkan dan ku cita-citakan, curhat mengenai hidup ini dan kehidupan, nah baru hari ini aku menangis di depan kabah sambil memohon ampun segala dosa-dosaku, kupanjatkan doa sebanyak mungkin (hehehe… ga mau rugi) ku keluarkan segala keluh kesahku, kupanjatkan doa untuk ku dan keluargaku, ku panggil nama orang-orang yang ada dihatiku dengan maksud agar mereka dapat datang ke rumah Allah dan melihat keajaibannya ini…. sunggu perjalanan spiritual yang memputuhkan semangat, keberanian, mental dan tenaga…

Wisata Kuliner

Tetap asik, jalan-jalan ke luar negeri untuk urusan makanan harus tetap di coba, nah di arab yang menjadi perhatianku adalah buah zaitun, kayanya hampir seluruh orang arab suka dengan jenis buah ini, aku sempat teringat dengan wisatanya pak bondan saat beliau makan buah zaitu, jadi dengan perasaan yang penasaran ingin ku coba, macam-macam jenis dan warnanya, tapi setelah ku coba, engga lagi-lagi deh… (hehehe… ga ma’nyus banget seih…), aneka kebab dan masakan kari banyak di jumpai disini, sebenarnya buat makanan kurang begitu maknyus disini maklum daerah padang pasir (nyambung ga sih?) heheh aneka masakan berbahan kambing banyak di jumpai, jadi yang buat doyan kambing silakan datang… Untuk urusan buah-buahan wah enak-anak disini, buah kualitas satu… Well, kita tidur di Intercontinental Jeddah, sebelah hotel ada pizza hut, sempat makan pizza juga tapi rasa arab gitu deh, trus chicken wingsnya juga guede-guede banget, hehehe…. penasaran juga pengen makan mc. donald, berangkat ke jeddah dari mekah kurang lebih 1 jam naik kendaraan darat, sepanjang mata memandang wah… padang pasir disebelah kiri dan kanan jalan, jalannya juga luas dan sepi serta bagus sekali, ternyata rasa mc. d juga ga jauh beda, rasa arab tapi masih bisa diterima oleh lidah kita.

Wisata Belanja

dekat Intercontinental Hotel tempat kita menginap ada pusat belanja yang namanya Hilton, pusat belanja dan hotel, nah disini aneka macam barang, farfume dan souvenir dapat kita jumpai dengan harga yang diatas miring (sedikit mahal) ya mau gimana ibu2 yang kita bawa ga mungkin kan kita aja ke pasar seng (hehehe)…. untuk perhiasan, emas di saudi terkenal akan keindahan dan kadarnya yang bagus, sempat beli untuk hadiah ibu tercinta, untuk suami ku belikan jam swatch yang harganya lebih murah dibandingkan di jakarta dan kualitasnya tak diragukan, ayahku ku belikan farfume pesanannya, adikku ku belikan abaya, anak-anakku ku belikan baju dan selimut, beli sedikit souvenir untuk teman-teman, pembantu di rumah, dan tentu untuk dirumahku, ga ketinggalan ku bawa air kemasan untuk menambah koleksi airku, hehehe… alhasih berangkat dengan 1 koper pulang koperku gemuk dan beranak menjadi 3 koper… hahaha….

ya begitulah perjalanan spiritualku, berkesan dan menyenangkan….

Wasallam,

2 pemikiran pada “Perjalanan spritual

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.