Dokter Gigi Ku

Wah, kayanya harus melakukan kunjungan lagi ke dokter gigi hari ini, tapi males banget sih denger suara bor-nya udah itu pasti ngilu dan ehm… rasanya ga enak pasti…. Engga tahu kenapa tau-tau tadi siang gigi taring bagian atas kanan patah, kayanya sih udah rapuh… hehehe… ampun deh baru umur segini jangan-jangan udah osteoporosis gigi, hehehe…. makanya jangan suka males gosok gigi sebelum tidur, ngaruh ga sih? engga kayanya….

Tapi emang kayanya kesalahan dokter gigi “gratis” deh, abis kayanya kurang profesional, maksudnya apa eh dikerjainnya apa, mal praktek kali ya? heheheh….*ngeles dot com*

Renungan sejanak…

Aku belajar diam dari banyaknya bicara
Aku belajar sabar dari murkanya kemarahan
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan
Aku belajar menangis dari sebuah kebahagian
Aku belajar tegar dari segala kehilangan
Aku belajar tersenyum dari pedihnya kesedihan
Aku belajar mencintai dari suatu kebencian
dan aku akan terus belajar…

Hospital Part 2

Alhamdulillah, kupanjatkan puji dan syukur atas segala yang telah Engkau berikan ya Allah…

setelah hari kedua Asa pulang dan kesimpulan dari penyebab panas yang dideritanya ternyata adalah ISPA, infeksi saluran pernafasan, mungkin akibat dari debu hasil bongkaran rumah…. ampun deh….

21 s.d. 25 Januari 2010

Baim, Satria-ku ternyata harus terserang panas pula, dengan tak membuang waktu pukul 10 malam tanggal 21 Januari ku bawa Baim ke UGD RS Bakti Asih, sama seperti Asa, 3 hari suhu badannya pun naik turun, tak mempan obat penurun panas, hasil darah hampir mirip dengan hasil darah Asa, dokter UGD menyarankan harus Baim harus di rawat, tanpa buang waktu langsung ku setuju… aduh, tangisan Baim menyayat hatiku kalo bisa dipindahkan lebih baik aku saya yang sakit, tangan kecilnya harus dimasukkan jarum infus, untung Baim begitu nurut padaku, kukatakan jangan digerakan tangannya dan ia menyetujuinya…

Hari ke-3 dilakukan kembali pemeriksaan darah, hasilnya ada indikasi menuju typus, kok bisa ya? di buatnya aku terheran-heran, ah ga peduli apa penyakitnya tujuanku ingin Baim cepat sembuh, ku ambil kembali cuti kantor total 6 hari ku cuti 2 hari bolos dan entah berapa kali aku harus pulang cepat, payahnya lagi Baim sama sekali tak mau ku tinggal, bila ku tinggal langsung aksi mogok makan dilakukannya… dasar Baim….

Akhirnya hari ke-4 suhu tubuhnya sudah mulai kembali normal, esoknya Baim sudah di perbolehkan pulang…

Terimakasih ya Allah….

Jagoan Ibu...

Hospital Part 1

“Alhamdullilah Allah masih mengingat aku dan keluargaku… Hanya sedikit sentilan kecil yang Ia berikan kepada kami, Ya Allah sembuhkanlah kedua anak-anakku, jauhkanlah dari semua penyakit, sehatkanlah dan lindungilah mereka… Amin…”

Ternyata sehat itu mahal, ya iyalah, masa murah walaupun dah pake Askes tapi tetap aja lebih besar sharing-nya ketimbang sama cover-nya… hehehe… kayanya harus beralih cari asuransi yang covernya besar dan mengcover semua obat….

Januari 16-19, 2010

Asa masuk RS. Bakti Asih, panasnya tinggi padahal udah sampai 3 hari, obat2an penurun panas hanya berfungsi pada awal2nya saja, menjelang 5 jam kemudian suhu tubuhnya kembali panas, sering muntah, ada sedikit flu dan kelihatan badannya lemas sekali… Sabtu tanggal 16 Januari, aku bawa Asa kembal menemui dokter anaknya, karena jumat malamnya ia sempat ku periksakan darah, hasilnya trombosit ok, cuma ada beberapa yang hasil yang lebih dari yang seharusnya, kalo ga salah ingat leukositnya sedikit tinggi berarti ada pendarahan yang terjadi… nah itu yang harus di buat normal, sampai akhir waktu pulangnya aku sendiri tak tahu apa penyakit yang jelasnya, yang pasti disebakkan virus, entah virus apa makin banyak virus yang sudah kebal terhadap antibiotika, sehingga Asa harus dapat antibiotik yang langsung disuntikkan ke pembuluh darahnya… harusnya dulu aku masuk fakultas kedokteran kali ya, biar jadi ga bingung dan tambah bingung dengan istilah kedokteran, untung dokter-nya itu komunikatif banget dan care abis, gimana engga 24 jam aku dapat langsung menghubunginya, bahkan hari Minggu aja kalo aku ingin ketemu dia akan datang… Thanks ya Dok…

Tiga hari kemudian panas tubuh Asa mulai menurun, infus mulai di lepaskan, ga tega banget melihat asa harus di infus, dan otomatis 24 jam pula aku harus menemaninya… lupakan pekerjaan mulai terfokus pada anak… hehehe…. akhirnya hari ke-4 tubuh Asa sudah normal kembali akhirnya diperbolehkan pulang dengan catatan tak boleh melakukan aktifitas yang memerlukan banyak tenaga dan tetap dibawah pengawasan dokter…

Terima kasih ya Allah, atas semua rejeki dan rahmat yang Kau berikan….

Me and my angel...

“Penculikan” (yang katanya akibat situs jejaring sosial)

Aduh, fenomena apa lagi nih yang terjadi pada anak-anak abg di Indonesia ini kali ini? Katanya sih akibat situs jejaring sosial menambah maraknya angka penculikan anak, tapi apa iya? Apa bisa menyalahkan semudah itu? =duh kok kali ini kayanya berat benget topiknya, lagi pengen mengomentari nih, kayanya udah ada celah buah berfikir, hehehe=

Setiap hal pasti ada 2 sisinya, satu sisi baik dan satunya lagi pasti sisi buruk, tinggal bagaimana kita mau dan ingin, bagiku situs jejaring sosial ini banyak bermanfaat, mulai dari sosialisasi, bertemu teman, ajang iklan gratis, media promosi yang oke sampai tempat komunikasi dan curhat, mungkin banyak juga yang ga sepaham sama pendapatku ini, dan itu tergantung dari mana sudut pandang kita melihat.

Maraknya anak2 yang menggunakan situs jajaring sosial ini pun banyak dijadikan ehm… apa bahasanya?… dijadikan “mangsa” oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, kurangnya pengawasan orang tua, tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua ikut memperparah hal ini…

Jadi harus bagaimana? saya sendiri…  jujur saat ini, ikut mengurangi aktifitas jejaring sosial, lebih memilih jadi pembaca pasif, hehehe….  “korban dampak kemajuan teknologi tanpa diikuti kemajuan berfikir”