Tumpeng…

Hehehe, liat judulnya aneh banget ya, kaya bahasa apa gitu? tumpeng… apa sih tumpeng? tumpeng tuh nasi yang berbentuk kerucut yang ditaruh dalam suatu tempat dengan ukuran yang besar kemudian dikelilingi dengan lauk… kebayang ga?

Nah waktu kemarin ulang tahunnya Papah ke-60 aku bikin tumpeng untuk pertama kalinya, mau liat hasilnya? hehehe…. Lumayan juga yang penting harus punya ide dan kreasi.

Aplikasi foto gratisan….

Dari pada tidak menghasilakan yuk kita coba bikin “foto2 lucu”

Eh… ceritanya lagi punya sedikit waktu luang, kebenaran ga ada kerjaan pula jadi deh searching internet cari aplikasi gratisan buat bikin foto-foto yang bisa di edit n lucu-lucu pula… ada hasil dari picasa, photofunia dan imagechef…. liat deh hasil editannya… hehehe….

Yang ini hasil editan pake aplikasi picasa versi 3.6, bisa dapat di download gratis buka aja webnya di alamat http://picasa.google.com, makenya rada sedikit “repot” harus memperhatikan fungsi2 effectnya buat apa aja, tapi lumayan gampang kok, ga perlu lama-lama bisanya… Nah foto asli terserah mau diapain, silakan edit sebagus mungkin, kalo aku kebetulah pake mode jadul alias hitam putih, biar keliatan seperti foto lama hehehe….

Nah kalo yang ini dapat dari hasil aplikasinya Photo Funia, langsung buka webnya di http://www.photofunia.com, pilih mau effect yang mana trus pilih deh foto yang mau di upload, gampang banget… dijamin langsung bisa ga bakal bingung…

Nah dah langsung tahu kan ini dari mana? (kan ada di hasil editannya) yup, langsung buka http://www.imagechef.com, pilih effectnya, trus upload fotonya, cuma diaplikasi ini foto aslinya harus di crop, jadi ga bisa full fotonya… n hasilnya akhirnya pake ada iklannya segala… jadi ketahuan deh… hehehe…

Aplikasi selanjutnya adalah magmypic, buka di web http://www.magmypic.com, trus browse foto yang akan dijadikan “sampul majalah” setelah itu pilih deh cover yang akan dipakai, gampangkan?

Lucu-lucu kan dan Selamat mencoba deh….

Papah Birthday Party

Sebenarnya sih ulang tahun Papah ke 60 jatuh pad atanggal 18 Maret 2010, berhubung hari kamis hari kerja dan pulang kerja juga masih harus kuliah, jadi deh ulang tahun papah dirayakan pada hari Minggu 21 Maret 2010, kumpul hanya keluarga inti dan ponakan2, kebetulan juga embah (ibunya Papah) lagi ada dirumah karena masih dalam proses penyembuhan kakinya yang patah…

Alhamdullilah, Papah masih diberikan umur yang panjang, kesehatan dan rejeki yang berlimpah dari Allah, semoga diulang tahun Papah sekarang Allah masih memberikan nikmat sehat, rejeki yang berkecukupan, nikmat iman dan islam, dilindungi dari segala marabahaya, kejahatan dunia… amin….

“Selamat ulang tahun ya Pah, salam sayang dari Dodon, Angga, Asa dan Baim… We love u always”

Monumen Nasional Jakarta “Monas”

Mau liburan murah meriah? Monas tempatnya…. walaupun setiap hari aku dan suamiku melewati monumen ini tapi belum pernah aku menghabiskan malam bersama untuk sekedar menikmati keindahan Monas dan menghirup udara malam Jakarta.

Ada apa di Monas? Monas selain sebagai monumen bersejarah juga sebagai tempat wisata, bahan pendidikan, tempat berolahraga, paru-paru kota berupa taman yang rimbun dan asri, hingga air mancur yang menarik dan menghibur.

Nih sekilas mengenai Monas (sumber: http://kumpulan.info)

Sejarah Monas

Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.

Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.

Ukuran dan Isi Monas

Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.

Ukuran Monas

  • Lidah Api

    Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

  • Pelataran Puncak

    Pelataran puncak luasnya 11×11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.

  • Pelataran Bawah

    Pelataran bawah luasnya 45×45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.

  • Museum Sejarah Perjuangan Nasional

    Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80×80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.