Catatan dari Ende…

Udah lama banget ya ga nulis blog, nah sekarang aku ada sedikit oleh-oleh cerita dari Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur….

Catatan dari Ende NTT

Perjalanan dari Jakarta di mulai pada hari Jumat 24 Desember 2010, menuju Denpasar Bali dengan pesawat GA 412, berangkat pukul 17.20 Wib tiba 20.05 Wita. Harris Tuban menjadi tujuan kami malam itu, dan tak kami lewati makan malam di Warung Laota, Hong Kong Porridge & Seafood steam specialist, dengan menu andalan Steam boat kuah Tom Yam… yummy….

Hari kedua, perjalanan “sesungguh” nya di mulai :-), Sabtu 25 Desember 2010, perjalanan kami lanjutkan kembali menuju daerah Ende FLores Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan pesawat milik Lion air, on time dengan schedule keberangkatan pukul 13.35 tiba pukul 16.10 Wita JT 1830,  sepanjang perjalanan tak kulepaskan pandangan ku untuk mengabadikan pulau pulau kecil yang sangat indah, dan ternyata saat itu pesawat yang kami tumpangi transit di Bandara Komodo, Labuan Bajo selama 20 menit, tak dilewati kesempatan untuk foto karena memang sangat jarang kami dinas sampai ke tempat seperti ini… hehehe…. Kebanyakan penumpang pesawat yang sebagian besar turis asing turun di Labuan bajo ini, untuk mengunjungi daerah wisata pulau komodo dengan daya tarik tentu saja adalah komodo sebagai hewan purba, sebenarnya dari bandara komodo menuju pulau komodo masih harus dilanjutkan naik kapal boal dengan jarak tempuh kurang lebih 2,5 jam… Wow… sayang untuk kali ini aku belum berkesempatan untuk melihat hewan purba tersebut…

Setelah transit 20 menit, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Ende dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit… Welcome to Ende…  saat itu kami menginap di Grand Wisata Hotel, Jl. Kelimutu No. 32 Ende Flores telp 0381-22974 fax 0381-21345 (incase ada yang mau menginap disana *_* ), menurut ku ini adalah satu-satunya hotel yang bagus yang ada di Ende… ehm?!@#$%^

Hari-hari selanjutnya aku lalui dengan “rutinitas” sebagai tim advance, banyak cerita lucu disini bagaimana susahnya berkoordinasi untuk suatu acara, bagaimana susahnya mencari hotel yang dalam jumlah banyak berada di satu tempat, bagaimana kami hidup “no madden”, bagaimana dengan susah payah aku harus “menjauh” dari godaan yang ga jelas hahaha… what a stories?

Nah lupakan cerita-cerita di atas pada perjalanan kali ini aku dan team ku berkesempatan mengunjungi danau 3 warna Danau Kelimutu…

Aku rekomendasikan buat yang belum pernah, coba deh datang ke daerah wisata ini. Kebutulan saat itu warna danaunya hijau toska, biru dan hitam… Subhanallah bagus sekali, maha besar Allah atas segala ciptaannya… perjalanan dari kota ende menuju danau kelimutu memakan waktu 2 jam dengan menggunakan jalan darat dengan kondisi jalan yang berliku dan berkelok serta resiko longsor tebing sepanjang jalan… setelah sampai di Kelimutu perjalanan di lanjutkan kembali dengan berjalan kaki mendaki gunung selama kurang lebih 15 menit, kecepatan jalan kaki biasa (standar jalannya aku itu sih… hehehe… nah dari situ kita akan berjumpa langsung 2 danau hijau toska dan biru dinamakan dengan  Danau Tiwu Ata Polo (aktif) danau ini terletak di atas sebelah kiri, selanjutnya kita akan bertemu dengan Danau Tiwu Ata Nuamori Koofai (sangat aktif) dan 1 danau hitam dinamakan Danau Ata Mbupu (kurang aktif)

Legenda di sana kalau kita berada di Danau Tiwu Ata Polo dan Danau Tiwu Ata Nuamori Koofai kita diharuskan untuk TIDAK seorang diri, karena dua kawah tersebut di kenal dengan kawah yang dapat memikat dan menarik sesorang untuk terjun ke dalamnya… serem ya? dan kejadian seperti itu sudah banyak terjadi walaupun di pinggiran kawah sudah di pasang pagar pembatas… nah selanjutnya dari dua danau tersebut untuk menuju Danau Ata Mbupu kita masih harus berjalan kaki menanjak dengan anak tangga sebanyak 266 buah, sudah seperti naik tembok China dan sumpah memerluka tenaga tambahan untuk naik ke atasnya dan di jamin kaki dan sekitarnya malam harinya akan berasa pegal semua… hehehehe….

Setelah puas dengan hunting pemandangan untuk di jadikan obyek foto (baca:  “fotografer amatiran”) dan terhipnotis oleh pesona keindahan ke 3 danau, selesai sudahlah petualangan  ke Taman Nasional Kelimutu… perjalanan dilanjutkan kembali menuju Ende untuk beristirahat… sempatkan sedikit waktu untuk belanja cabe rawait khas ende yang terkenal dengan rasa pedasnya yang teramat sangat… cukup dengan 5.000 rupiah kita akan mendapatkan 1 gelas cabe rawit, tidak ketinggalan pula ku sempatkan membeli oleh-oleh tenun ikat, kripik singkong dan kripik pisang…

Untuk wisata kuliner di Ende tidak ada yang benar-benar special kecuali pisang goreng dengan sambalnya yang hot abis…  Perjalanan kami akhiri, kembali ke Jakarta pada tanggal 31 Desember 2010 berangkat dari Ende pukul 7.35 wita tiba di Denpasar pukul 9.35 Wita dengan pesawat Merpati MZ 6028, selanjutnya perbangan di sambung dengan pesawat Garuda Indonesia menuju Jakarta… Good bye Ende… Welcome Jakarta….

” Perjalanan yang cukup melelahkan tetapi mengasyikan… “

Iklan

6 pemikiran pada “Catatan dari Ende…

  1. Ayo rekomendasikan ENde ke teman2 anda,..di Ende banyak wisata menarik lainnya,..bukan hanya di sikka maumere yang memilki potensi alam yg menarik di Ende juga banyak tempat bagus dan indah yang sangat menarik dan layak untuk dikunjungi,..
    sehingga Ende tidak menjadi tempat yang asing lagi bagi org2 di luar sana,..

  2. I’ve been browsing online more than three hours nowadays, but I by no means found any interesting article like yours.
    It’s beautiful value enough for me. In my opinion, if all web owners and bloggers made excellent content
    as you probably did, the net can be a lot more useful than ever
    before.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s