Kehilangan

Ku coba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkanmu meninggalkanku

Ku merasa tlah kehilangan
Cintamu yang tlah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada
Asmara memisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu tlah merasuk jantungku

Sejujurnya ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita

Takkan ku sia-siakan kamu lagi

Hargai Aku

Seringkali kau merendahkanku
Melihat dengan sebelah matamu
Aku bukan siapa-siapa

Selalu saja kau anggap ku lemah
Merasa hebat dengan yang kau punya
Kau sombongkan itu semua

Coba kau lihat dirimu dahulu
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
Apa salahnya hargai diriku
Sebelum kau nilai siapa diriku

Sering kali (sering kali) kau merendahkanku (kau merendahkanku)
Melihat dengan sebelah matamu
Aku bukan siapa-siapa

Coba kau lihat dirimu dahulu
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
Apa salahnya hargai diriku
Sebelum kau nilai siapa diriku

Coba kau lihat dirimu dahulu
Sebelum kau nilai kurangnya diriku
Apa salahnya hargai diriku
Sebelum kau nilai siapa diriku
Sebelum kau nilai… siapa diriku

Ibu

Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
kau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu, ooh di dalam nadiku

9 bulan ku dalam rahimmu
bersusah payah, oh ibu jaga diriku
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu

tiada ku mampu, membalas jasamu
hanyalah do’a oh di setiap waktu
oh ibu tak henti kuharapkan do’amu
mengalir di setiap nafasku

ibuuuuuuuuuuuuuu………

Lembut kukenang, kasihmu ibu
di dalam hati ku kini menanggung rindu
engkau tabur kasih seumur masa
bergetar syahdu oh di dalam nadiku

indah bercanda denganmu ibu
di dalam hati ku kini slalu merindu
sakit dan lelah tak kau hiraukan
demi diriku, oh ibu buah hatimu

tiada ku mampu, membalas jasamu
hanyalah doa oh di setiap waktu
oh ibu tak henti kuharapkan doamu
mengalir di setiap nafasku
ibuuuuuuuuuu……..

“Allahummaghfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”

“Miss my Mommy so much…”

 

Sampai di Titik Nadir…

Mungkin aku orang yang jauh dari kesempurnaan, teramat jauh malah… Ku tak bisa memberikan apa yang engkau inginkan, tapi aku akan selalu berusaha memberikanya; aku tak bisa menjadi apa yang engkau inginkan, tapi aku selalu berusaha untuk menjadikan mu apa yang aku inginkan….

Semua orang bisa melakukan kesalahan dan akupun tak luput dari itu, tapi kelemahan ku,bukan hal mudah bagiku untuk bisa melupakannya. Rasanya akupun tak bisa melimpahkan bahwa semua salah mu, aku merasa ada banyak peranku didalamnya dan rasa sesak didalam dadaku sulit bagiku untuk menghapusnya.

Saat sendiri, rasa itu hadir kembali, kemudian aku menjadi bertanya-tanya, selalu terulang dan terulang… Sebenarnya akupun enggan tapi entah mengapa selalu rasa itu mengusikku. Mungkin bagiku lebih baik diam untuk berfikir, ada rasa kecewa teramat dalam, ada rasa luka yang menggores kalbu… Entahlah mungkin hanya waktu yang dapat menyembuhkannya atau malah membuat luka itu kembali menganga? Entahlah….

Aku kehilangan mu teramat sangat….

“You can never make the same mistake twice… because the second time you make it, it’s not a mistake, it’s a choice…”

Jauh…

Banyak hal yang ingin ku sampaikan, tapi lidah ini teramat kaku… Banyak rasa yang ingin ku bagikan, tapi hati ini telah beku… Banyak cerita yang ingin ku berikan, tapi jiwa ini telah layu…

Tak bisa lagi ku bersandar di bahumu sekedar tuk melepaskan lelah dan penatku, tak bisa lagi ku mengikuti langkah dan caramu berfikir sekedar tuk aku mengikuti dari belakangmu, tak bisa lagi ku bermanja dengan dirimu sekedar tuk rasa nyamanku bersama mu…

Kamu, terasa bergitu jauh dariku….