Menuju Baitullah… (Part 2)

Hari keempat, Rabu 24 Oktober 2012 (8 Dzulhijah 1433H)

Alhamdulillah setelah segala hal yang ku alami beberapa hari ini, perjalanan hari ini berlanjut menuju Jeddah untuk selanjutnya menuju Makkah Al Mukarramah. Perjalanan hari ini dimulai pada pukul 07.00 WS melalui Bandara Prince Mohammad bin Abdul Azis Madinah menuju Bandara International King Abdul Azis Jeddah, jarak tempuhnya selama 1 jam menggunakan pesawat terbang. Alhamdulillah suhu di Jeddah berkisar 27 – 38 derajat Celsius.

Setelah tiba di Jeddah langsung perjalanan dinajutkan lewat darat selama 50 menit menuju  Makkah Al Mukarramah… Subhanallah, terima kasih ya Allah Engkau berikan kesempatan lagi kepada ku untuk mendatangi rumah Mu, sungguh bila bisa ingin setiap tahun ku bisa mendatangi rumah Mu ya Allah, amin…

Selanjutnya Ibdah Umroh pun kami laksanakan pada pukul 10.00 WS, bahagia sekali rasanya, sunggu sulit untuk dapat ku ungkapkan perasaan ku saat itu, mungkin akan jauh bahagia bila aku bersama belahan jiwa dan hati ku menuju rumah Mu ya Allah…

Pada prosesi Umroh ini, Thawaf dimulai dari rukun Hajar Aswad sebanyak 7 kali putaran, setelah selesai Thawaf kami malaksanakan sholat sunah di belakang Maqam Ibrahim dan berdoa serta meminta segalah hal kepada Sang Maha Pemberi dan Penyayang, tak kuasa ku menahan air mata saat teringat Mamah dan mendoakannya, setelah itu kami menuju bukit shafa untuk melakuka Sa’i antara bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali, dan diakhiri dengan Tahallul di bukit Marwah… Subhanallah….

(to be continue…)

Iklan

Masjid Quba dan Masjid Qiblatain, Madinah…

 Masjid Quba

(sumber: http://saudi-tauhid-sunnah.blogspot.com/2012/05/masjid-quba-masjid-pertama-nabi.html)

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Pada tahun 1 Hijriyah atau Senin 8 Rabiul Awwal (23 September) 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah.

Di Madinah, Masjid Quba merupakan salah satu masjid yang sayang sekali untuk dilewatkan. Inilah masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW yang mendesain masjid ini, bahkan ikut pula memikul batu bata dalam proses pembangunannya.

Alquran surat At-taubah 108 mencatat bahwa Masjid Quba didirikan atas dasar takwa. “Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri”. (Surat At-taubah : 108)

Masjid dengan luas tanah sekitar 5.035 meter persegi ini awalnya merupakan tanah bekas kebun korma milik seorang sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Ketika pertama dibangun, masjid ini hanya memiliki luas 1.200 meter persegi. Di sinilah tonggak pertama syiar Islam yang bakal menerangi seluruh dunia dengan cahaya Ilahi.

Meskipun sangat sederhana, Masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk dari pada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.

Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

Ketika pembangunan Masjid ini selesai, Rasulullah SAW mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Rasulullah SAW wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan salat di sana.( HR. Bukhari no. 1117 , HR. Muslim no. 2478)

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”.( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)

Masjid Qiblatain

(sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Qiblatain)

Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Pada permulaan Islam, orang melakukan salat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerusalem/Palestina. Baru belakangan turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.

Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Setelah turunnya ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara salatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

Menuju Baitullah… (Part 1)

Alhamdulliah tahun ini diberi rejeki yang berlimpah dari Allah. Setelah keinginan yang terpendam dan hati yang rindu mengunjungi Baitullah akhirnya tahun ini kesampaian juga berangkat lagi menuju Baitullah untuk menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun islam ke-5 untuk umat muslim yang wajib dilaksakan apabila telah mampu.

Hari Pertama, Minggu 21 Oktober 2012

Keberangkatan dari Jakarta  tepat pada pukul 20.00 WIB melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Perjalanan langsung menuju Madinah Araba Saudi ini harus beberapa kali transit melalui Sri Lanka (Bandara International Colombo) dan Uni Emirat Arab (bandara Internasional Abu Dhabi).  Perjalanan yang panjang dan perbedaan waktu otomatis membuat rasa jet leg menyerang, Alhamdulillah sampailah kita di Madinah Al Munawwarah….

Hari kedua, Senin 22 Oktober 2012

Tepat pada pukul 06.30 WS tibalah aku dan seluruh rombongan di Bandara International Prince Mohammad bin Abdulazis Madinah. Kedatangan kami disambuut dengan hujan sehari sebelumnya.  Dengan jarak tempuh 15 menit tibalah kami di Hotel Hilton Madinah. Alhamdulillah, pada malam harinya kami berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW dan dapat melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi ini, Subahanallah….

 

Hari ketiga, Selasa 23 Oktober 2012

Pada hari ini Alhamdulillah sempat ziarah ke Masjid Quba dan Masjid Qiblatain dan memperbanyak ziarah serta ibadah di Masjid Nabawi…

(to be continue…)