Hope…

Pasti pernahkah yang namanya punya impian? ga tahu kenapa pas hamil anak ke-3 ini banyak banget hal-hal khususnya pekerjaan rumah yang ingin aku selesaikan. Lagi seneng sama yang namanya rapi-rapi, bebenah, ngecet-negecet, ngerapihin yang bocor-bocor (nyuruh tukang sih) malah pengennya renovasi!!! padahal dulu sih ga sempat mikirin bebenah rumah, yang namanya pulang kerja ya langsung istirahat, main sebentar sama AsaBaim trus tidur, kayanya energi sudah terkuras habis bis bis!!!! Eh ini malah pas hamil anak ke-3 kayanya bersemangat banget, mungkin selain kerjaan yang ga terlalu sibuk banget, akunya juga merasa enjoy kali ya…

Nah sekarang aku punya wishing list untuk beberes rumah nih… (insya Allah terkabul)

Baca lebih lanjut

Iklan

Renungan Siang

Ah rasanya tak bisa ku berucap lagi!!! Tercampur aduk semua menjadi satu. Rasa bahagia, senang, sedih, kecewa, marah bahkan heran!!!! Aku pun tak sanggup lagi untuk menumpahkannya menjadi sesuatu yang bisa mewakilkanku atas rasa ini. Aku fikir cukup dengan diam makan segalanya pun akan selesai dengan sendirinya, tapi itu bukan aku!

Jiwaku pun bergejolak mencari jawaban atas rasa ini, tapi ini malah membuatku semakin bertanya? Apa benar aku harus bertindak seperti ini atau malah aku harus kembali diam dan bersabar? Ku coba untuk mencari tempat menumpahkan semua rasa ini, tempat tempat aku dapat berkeluh kesah tanpa beban, tempat aku membagi kebahagiaan tanpa takut orang lain akan iri melihatnya, tempat aku dapat menangis sepuas hatiku, tempat akau dapat tersenyum dan tertawa terbahak-bahak sampai aku puas, ya hanya Dia yang dapat menjadi tempat ku berbagi.

Ya Allah, jauhkanlah kami dari fitnah dunia, siksa kubur dan api neraka. Sesungguhnyalah hanya kepada Mu tempat ku meminta dan memohon. Engkaulah yang maha pemberi dan pengasih.

20140328_083645

 

Nasihat untuk Wanita

Carilah seorang PRIA

♥ Yang memanggil mu cantik, bukan hot atau sexy…

♥ Yang menelepon kembali, ketika kamu menutup telpon…

♥ Yang bersedia tidur di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu…

♥ Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur…

Tunggulah seorang PRIA

♥ Yang ingin mencium dahimu setiap saat…

♥ Yang tidak ingin terlalu lama berjauhan darimu…

♥ Yang selalu ingin memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu penuh peluh…

♥ Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya…

♥ Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan…

♥ Yang slalu mendengarkan ceritamu dengan tulus…

Carilah Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu… Dan betapa beruntungnya dia memilikimu…  Dan betapa takutnya dia kehilanganmu…  Hingga saat kepergianmu nanti, dia selalu mengingatmu.

Kesetiaan…

Hari ini ada sedikit kegalauan (lagi) di dalam hati ku, cara menilai terhadap arti kesatiaan yang berbeda dan sepertinya pandangan kita berdua pun berbeda terhadap arti kesetian, pembahasan yang berat… 🙂

Kesetiaan adalah tidak berkhianat, tidak melanggar janji yang telah dibuat, ketulusan, mempertahankan cinta, menjaga janji bersama, perjuangan. Bagi aku kesetiaan itu merupakan suatu komitmen, sesuatu yang sangat mendasar dalam menjalin suatu hubungan yang artinya komitmen bersama untuk saling menghormati, tidak menyakiti dan menjaga perasaan. Siapa sih yang tidak ingin punya paangan hidup yang setia? Pasti kalau ditanya semua orang akan menjawab sama, semua ingin punya pasangan yang setia. Sejauh mana kesetiaan itu dapat dinilai? Pastilah tidak ada tolak ukur yang baku untuk menilainya, tapi yang pasti coba segala sesuatunya dikembalikan kepada diri kita, apa yang dianggap tidak benar oleh hati nurani kita itulah yang berlaku untuk orang lain.

Semoga kamu mengerti 😦

“Kesetiaan adalah mahkota yang tidak memiliki akar, yang tidak memiliki daya cengkram selain tangan kita yang menjaganya agar tidak jatuh.”
— Para Pencari Tuhan Jilid 5

Aku kira

Aku kira saat-saat bersama ku adalah hal yang sangat kau inginkan, ternyata? Aku salah…

Aku kira membuat ku bahagia adalah hal yang dapat membahagiakan mu, ternyata? Aku salah…

Aku kira membuat ku tersenyum di samping mu adalah hal yang dapat membuat mu tersenyum, ternyata? Aku salah…

Tetapi telah merasakan saat bersama mu, mengikuti segala keinginan ku, membuatku bahagia dan tersenyum karena mu adalah anugerah yang telah ku dapatkan dan tak ku sesali… Semoga kamu pun merasa yang sama…

Roda terus berputar

Kemarin ketemu seorang teman lama dan kami pun berbincang…

Ada banyak cerita yang membuat ku merasa bahwa bukan hanya aku yang memiliki persoalan dalam hidup ini, masih banyak orang yang memiliki masalah yang lebih berat dari yang aku hadapi. Seandainya hidup itu berjalan sesuai yang kita inginkan dan kita harapkan pasti akan menyenangkan, anehnya banyak orang yang tidak bersyukur pada apa yang mereka dapatkan dalam hidup ini dan malah merusak keadaan dengan mencari sesuatu pada tempat yang tidak seharusnya.

Ambil saja perumpamaan bila pasangan kita memiliki kekurangan trus apa dibenarkan untuk kita menutupi kekurangan pasangan kita dengan mencari orang lain? Padahal akan lebih bagus bila kita dapat berbicara dari hati ke hati dan bukan membohongi dan selalu membohongi pasangan kita. Kesannya menutup satu kebohongan dengan kebohongan yang lainnya.

Suka, cinta dan bahkan menjalin hubungan sampai jenjang rumah tangga atau pernikahan dan bahkan memiliki anak adalah bukan hal yang mudah dan gampang untuk dijalankan, butuh banyak energi yang akan digunakan untuk menjalankan hal tersebut, ada banyak pengorbanan, suka, duka, air mata bahkan kadang kita sampai harus merelakan apa yang kita miliki untuk memperoleh kebahagian bersama.

Kepercayaan, saling menghormati, saling menyayangi, rasa berkorban dan rasa ketergantungan terhadap satu sama lain adalah hal yang harus dijaga dalam komitmen ini. Bila satu pihak sudah menghianati kepercayaan akan lebih berat untuk menjalaninys. Dan anehnya hal ini yang lebih banyak dilanggar oleh banyak pasangan, entah apa alasannya.

Ya memang tidak ada sesuatu hal berjalan tanpa sebuah cobaan dan ujian, tapi hal tersebut dapat diminimalkan bila saja pasangan dapat benar berkomitmen dan memiliki komunikasi yang baik, dan tidak semudah apa yang kita lihat akan lebih sulit bila pasangan saling ego dan merasa berkuasa atas pasangannya.

Hal yang sepele lagi adalah kebersamaan dengan keluarga. Bila saja waktu libur tidak diisi dengan aktifitas yang berbau kerjaan dan hanya untuk bersama keluarga pasti akan lebih indah dan membuat pasangannya lebih dihargai dan merasa akan lebih diperhatikan.

Tapi… Hidup terus berjalan, waktu yang akan menyembuhkan semua rasa sakit di hati, kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, roda kehidupan tetap berputar, dan aku pun bersyukur masih diberikan kesempatan unruk merasakan semua rasa ini.